Kalian pastinya sudah tidak asing lagi mendengar kata atau peristiwa Gerhana ini, disini akan dijelaskan tentang 2 peristiwa yaitu Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan. Berikut penjelasannya:
Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi apabila bayang-bayang bulan mengenai bumi. Bagian bumi yang terkena bayang-bayang inti (umbra) mengalami Gerhana Matahari total paling lama 7 menit. Sedangkan bagian bumi yang terkena bayang-bayang tambahan (penumbra) mengalami gerhana sebagian. Gerhana Matahari bisa terjadi lebih dari 2 kali dalam setahun.
Konjungsi yaitu kedudukan Bulan searah dengan Matahari. Pada saat itu bagian Bulan yang menghadap ke Bumi ialah bagian yang gelap (malam). Dalam kedudukan Bulan pada posisi seperti ini bisa terjadi Gerhana Matahari, dan Bulan pada fase Bulan baru.
Gerhana Bulan
Gerhana Bulan terjadi pada waktu Bulan purnama. Tidak semua tempat mengalami tahap proses terjadinya Gerhana Bulan. Gerhana bulan total bisa berlangsung sampai 100 menit, sedangkan keseluruhan peristiwa Gerhana maksimum memakan waktu 220 menit.
Oposisi yaitu Kedudukan bulan berlawanan arah dengan Matahari dilihat dari bumi. Pada saat seperti itu Bulan tampak sebagai bulan purnama, bulan terbit beramaan dengan terbenamnya matahari atau sebaliknya, Bulan terbenam pada saat matahari terbit. Pada kedudukan Bulan dalam oposisi itu bisa terjadi Gerhana Bulan.
Berikut adalah posisi terjadinya Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan.
Nah, ini adalah Bentuk atau posisi terjadinya Gerhana saat dilihat dari Bumi.
Demikian penjelasan mengenai posisi Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan, Semoga bermanfaat



No comments:
Post a Comment